Please turn JavaScript on

Penarindu55

Click on the "Follow" button below and you'll get the latest news from Penarindu55 via email, mobile or you can read them on your personal news page on this site.

You can unsubscribe anytime you want easily.

You can also choose the topics or keywords that you're interested in, so you receive only what you want.

Penarindu55 title: Goresan pena dalam sebuah tinta asmara

Publisher:  penarindu55
Message frequency:  0.97 / day

Message History

KESUNYIAN DALAM DEKAPAN TAKDIR 
Pagi itu, laut tampak lebih tenang daripada biasanya.
Hamparan air membentang di bawah langit yang pucat. Perahu-perahu kayu mulai merapat ke dermaga dengan muatan hasil tangkapan semalam, sementara burung-burung camar berputar rendah di atas permukaan air, sesekali menukik untuk menyambar ikan kecil.
Dari kejauhan, pesisir t...

Read full story
PENDAR SENJA DI UJUNG DERMAGA

Angin laut bertiup lebih kencang daripada biasanya, seolah ingin membawa pergi semua pertanyaan yang menggantung di antara dua orang yang berdiri di ujung dermaga.
​Nirmala menatap lelaki berjas rapi itu dengan bingung. 
Mata lelaki itu masih berkaca-kaca, tapi ia berusaha menahan diri. Ia tidak ingin langsung menumpahkan...

Read full story
BENANG TAKDIR DALAM PINTALAN WAKTU
Hari-hari di pesisir berjalan dengan dinamika yang baru bagi Nirmala. Insiden konfrontasinya dengan Maheswari menyisakan rasa segan campur kagum dari para nelayan dan pedagang sekitar. 
Mereka kini melihat gadis itu bukan lagi sebagai buruh asing yang lemah, melainkan sosok berhati baja yang tidak mudah diinjak.​Namun, ketenang...

Read full story
Debar di Balik Ombak Pesisir
​Malam yang panjang merayap lambat di dalam kamar sempit tempat Nirmala melepas lelah. Di atas tikar tipis yang dingin, Nirmala terjaga dalam sunyi. Matanya menatap langit-langit kamar yang kusam, sementara sisa air mata di pipinya telah mengering, meninggalkan jejak perih yang menyayat hati.
​Ia merasa terempas. Kota besar yang tadi...

Read full story
Gema Rintik di Ujung Pesisir
Mentari baru saja merayap naik di balik cakrawala, menyisakan sisa embun yang membasahi dedaunan. Nirmala menarik napas panjang, lalu mulai melangkah. Tanpa tujuan pasti, ia hanya tahu satu hal: ia harus bergerak. Barangkali, di tempat yang belum pernah ia jamah, ada awal baru yang tengah menantinya.
Tak ada hidangan istimewa yang me...

Read full story